Jalur Pantura Indramayu Mulai Sepi

Info.kuncimaju.net, Indramayu- Beroperasinya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sejak diresmikan tahun lalu, ternyata memberikan dampak yang kurang baik terhadap perputaran roda bisnis di sepanjang kawasan Pantura.

Sebelum tol panjang itu dibuka, jauh-jauh hari sebelum lebaran orang-orang di sekitar kawasan Pantura ramai-ramai membuka lapak-lapak dagangan kecil untuk peristirahatan para pemudik yang hilir mudik kesana-kemari.

“Sejak awal puasa kita sudah mikir-mikir mau bikin tenda dimana, lalu dagangnya apa. Pas dua mingguan sebelum lebaran itu, lapaknya udah mulai dibangun, kalau udah kelihatan rame (oleh lalu lintas pemudik) kita mulai dagang deh,” ujar Didi, pedagang yang turut menautkan rezekinya di tengah arus mudik dan balik ini.

Membludaknya para pedagang dadakan di musim pemudik tersebut bukanlah tanpa sebab. Rata-rata mereka tergiur oleh pendapatan yang tinggi dan kemudian dapat membuktikannya saat berdagang di tengah musim mudik lebaran tersebut.

“Dulu omzetnya lumayan mas, bisa (mencapai) jutaan (rupiah) lah seminggu tuh,” tutur seorang pedagang di bilangan jalan raya by pass Jatibarang.

Kalau sekarang, masanya udah beda. Pendapatannya ora kaya bengen (tidak seperti dulu, yang mencapai jutaan rupiah dalam hitungan hari). Turunnya drastis, mungkin sampai setengahnya,” ia menambahkan sambil merapikan letak dagangannya.

Musim pemudik kali ini kondisinya memang terlihat jauh berbeda, keramaian yang biasanya ada disana-sini tidak terlihat lagi. Arus lalu lintas yang dulunya selalu tersendat dan macet pun kini terlihat lebih lancar, bahkan sudah cukup lengang seperti bukan awal bulan Syawal yang biasanya masih ramai dilewati para pemudik.

20160714_160424
Jalur Pantura Indramayu terlihat sudah sepi, hanya ada beberapa kendaraan roda dua dan berat yang berlalu lalang di jalur tersebut.

Banyak pengguna jalan lebih memilih melewati jalan tol Cipali, ketimbang melalui jalur Pantura yang dianggap terlalu banyak titik kemacetannya. Jalur yang memanjang dari Cikopo hingga Palimanan tersebut dianggap lebih singkat sehingga para pengguna jalan dapat menghemat waktu serta tenaga yang mereka miliki.

Tendy Chaskey

Bekerja di Deythaniez.Inc dan Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Pernah belajar di: Victoria University of Wellington dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedang Melanjutkan Program Master di Universitas Indonesia - Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *