Kemacetan di Plered Mengesalkan Warga dan Pemudik

Info.kuncimaju.net, Cirebon- Jam yang ada di pergelangan tangan menunjukkan bahwa sekarang telah masuk waktu shalat dzuhur, sudah pukul 12.35 WIB. Namun kendaraan roda dua yang dipacu ini belum dapat disisikan menuju tempat peribadatan karena ruas Jalan Juriman Batembat, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, yang dilalui benar-benar mandeg parah, kuda besi ini tidak dapat bergerak sama sekali.

Kemacetan di salah satu jalur yang dilewati oleh para pemudik yang menggunakan sepeda motor ini, disebabkan oleh banyaknya pengunjung rumah-rumah makan empal gentong yang berjejer rapi di sepanjang ruas jalan tersebut. Kondisi itu makin diperparah oleh dengan banyaknya kendaraan pengunjung yang terparkir dengan serampangan di bahu jalan.

empalgentong
Salah satu rumah makan empal gentong yang ada di kawasan Plered. Setelah jam istirahat selesai, satu persatu kendaraan meninggalkan kawasan tersebut.

Masyarakat yang melalui jalan itu pun tidak dapat menyembunyikan kekesalannya. Akip misalnya, seorang warga yang tinggal di sekitar komplek pertokoan Batik Trusmi, mengaku sangat geram dengan kemacetan yang sering terjadi.

“Kalau lewat jalur ini, Mas harus sabar-sabar. Macetnya gak akan terurai kalau pengunjung warung-warung (makan empal gentong) masih terus rame,” lanjutnya dengan serius.

Kekesalan akibat kemacetan yang terjadi ternyata tidak hanya mengesalkan warga sekitar saja, namun juga para pemudik yang melewati jalur tersebut. Jarak yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu yang singkat, nyatanya harus dilalui dengan kurun waktu yang cukup lama. Para pemudik mengaku bahwa ruas jalan ini adalah salah satu jalur yang sangat mengganggu kelancaran perjalanan mereka.

“Abis lewat Cirebon udah dah mulai enakan (jalur sepeda motornya). Di jalur (Plered) ini dan Palimanan adalah cobaan terakhirnya (maksudnya perjalanan arus balik mudik),” ungkap Slamet, pemudik asal Jawa Tengah yang juga membawa serta istrinya ke Jakarta.

Dalam pantauan tim Kuncimaju, beberapa kendaraan mobil yang terparkir di tempat tersebut memang sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas yang ada. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang parkir di depan rumah makan namun tetap memakan bahu jalan sehingga ruas jalan yang seharusnya cukup luas untuk dilalui para pengendara menjadi lebih sempit.

Tendy Chaskey

Bekerja di Deythaniez.Inc dan Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Pernah belajar di: Victoria University of Wellington dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedang Melanjutkan Program Master di Universitas Indonesia - Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *